Minggu, 30 Oktober 2011

Kasihan ,Balita Menangis Peluk Jasad Ibunya


Lintascerita - Jasad Rita Agustina (22) ditemukan karena tangisan anak balitanya. Saat ditemukan, balita tersebut menangis sambil memeluk jasad sang ibu yang berlumuran darah.
Setelah ditemukan, di tubuh balita yang berlumuran darah ibunya terdapat benjolan di kepala dan memar di leher.

Warga Marta Manunggal Unit 13 Bahar Utara pukul 07.00 WIB dihebohkan penemuan mayat seorang ibu rumah tangga. Diduga, istri dari Nanang itu diperkosa sebelum dibunuh.
"Karena tangis anaknya itulah baru diketahui kalau ibunya menjadi korban pembunuhan," ujar Subadi, Kades Marta Manunggal, Selasa (11/10).
Di rumah itu, korban tinggal hanya bersama anaknya, sedangkan Nanang sedang berada di Jawa. Saksi pertama yang mengetahui kejadian itu adalah Mintarsih, ibu mertua Rita. Saat itu Mintarsih berusaha melihat cucunya yang terus menangis.

Mintarsih terkejut saat melihat cucunya menangis sambil memeluk ibunya yang sudah tewas.
Melihat kondisi tubuh korban yang setengah telanjang, kades menduga Rita menjadi korban perkosaan kemudian dibunuh. Saat ditemukan, pakaian korban bagian bawah sudah tidak terpasang. Celana dalam Rita tergeletak di lantai kamar. Jasad korban ditemukan dalam keadaan disumpal menggunakan kelambu.
"Aku sendiri tak sanggup melihat banyaknya bacokan di tubuh korban. Pembunuhnya sangat sadis," ujar Kades, Subari.
Korban tewas dengan sekitar 20 luka bacokan di sekujur tubuhnya di antaranya di bagian kepala, wajah, tangan, bahu, punggung, dan kedua kaki.
Pada saat mengetahui kejadian itu, warga belum berani mengambil tindakan karena menunggu polisi. Mintarsih menutup jenazah menantunya dengan kain sebelum polisi tiba di lokasi.
"Kami warga tidak berani berbuat apa-apa sebelum polisi datang," ujar Subadi. Bahkan, Subadi yang melihat di lokasi mengungkapkan bahwa di kamar tersebut terlihat sebuah golok dengan panjang 25 cm. Senjata itu berada persis di samping tubuh korban.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Badaruddin, saat dikonfirmasi mengatakan saksi pertama yang mengetahui kejadian itu adalah ibu mertua korban yang bernama Mintarsih, sekitar pukul 09.00. Saat ditemukan korban berada di kamar tidur sudah dalam keadaan tewas. "Kejadian itu murni pembunuhan," kata Kapolres.
Jarak antara rumah korban dan ibu mertuanya sejauh 50 meter. Kondisi rumah terbuat dari papan. Pada bagian pintu belakang rumah sudah tidak memiliki grendel.

Rumah korban memiliki ukuran 6x9 meter. Korban
ditemukan pada kamar bagian depan. Sementara di belakang terdapat sebuah kamar lagi. Di sekeliling rumah terdapat pagar dari kayu. (dun)

tribunnews.com 

Sumber: http://www.lintascerita.com/2011/10/kasihan-balita-menangis-peluk-jasad.html#ixzz1cHJgNW2T

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar